Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Hai teman-teman!!! Welcome to my blog. Kesempatan kali ini aku mau bahas sedikit tentang 'Peran dan Fungsi Mahasiswa di Era Milenial.' sebenarnya ini adalah misi yang harus aku lakukan selama PBAK. Oh iya, aku mahasiswa baru dari jurusan Teknik Elektro Uin Sunan Gunung Djati Bandung. Selama PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) berlangsung, maba harus menjalani misinya. Dan ini salah satu misi dari PBAK 2018.


Menurut peneliti sosial, generasi yang lahir pada rentang tahun 1980an hingga tahun 2000 merupakan kehidupan Generasi Y atau lebih populer kita menyebutnya dengan era Millenial. Dengan kata lain , generasi Millenial ini adalah anak-anak Muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun, inilah yang sekarang menjadi generasi berusia produktif. Konsumtif, Ambisius, gadget oriented, sadar pentingnya privasi, tetapi payah dalam urusan keungan merupakan salah satu ciri kehidupan di generasi ini. Mereka adalah para professional muda yang dengan karakteristik uniknya menimbulkan gelombang perubahan di seluruh dunia. Sayangnya perubahan ini tidak selalu berorientasi baik karena penyalahgunaan potensi juga keadaan di era ini. Maka sebagai mahasiswa yang notabenenya merupakan bagian dari generasi ini mempunya peran dan fungsi yang fital dalam kehidupan era Millenial ini.




Lantas bagaimana peran dan fungsi mahasiswa di era millennial?
“Para mahasiswa harus berani dalam berpendapat, harus berani dalam mengambil keputusan sekaligus resiko yang ada. Karena sejatinya mahasiswa bukan hanya seorang pelajar, melainkan juga seorang pemuda yang harus bisa berpikir kritis dalam bidangnya masing masing.”
Kenapa harus mahasiswa? Karena mahasiswa adalah seorang pemuda yang dimana semangat seorang pemuda itulah yang dibutuhkan oleh bangsa sebagai agen perubahan dan perkembangan dalam era millennial ini dalam berbagai bidang, termasuk bidang politik. Selama masih ada yang namanya “Negara”, politik juga akan selalu ada. Tapi ironisnya politik sudah sangatlah lama terasosiasi sebagai hal yang kotor dan karena itulah politik dihindari banyak orang. Ironisnya lagi para pemuda kritis itulah yang menghindari politik. Karena era millennial seperti ini, kata “politik” identik dengan “perebutan kekuasaan demi uang dan jabatan.” Akibatnya banyak para pemuda yang apatis terhadap politik. Namun sejatinya, karena sikap inilah politik di negara kita menjadi semakin buruk, karena ke-apatis-an kita sendiri lah yang membuat Negara kita dipegang oleh mungkin orang orang yang bukan terbaik. Kenapa bukan terbaik? karena kebanyakan pemegang kekuasaan Negara sekarang adalah segelintir orang yang hanya menginginkan jabatan demi uang atau kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan Negara.



Komentar